Kacamata Menakutkan
19.27
Cerita kali ini adalah pengalaman pribadi yang saya alami sekitar 8 bulan yang lalu. Cerita ini bermula ketika saya membeli sebuah kacamata dari olshop yang ada di kontak bbm. Setelah menyelesaikan semua administrasi dan menunggu lebih kurang 3 hari, akhirnya kacamata yang ditunggu-tunggu pun datang. Dengan kacamata ini, seolah membuat saya menjadi pribadi yang berbeda. Entah tak tau kenapa, kalau memakai kacamata ini saya seperti berbeda. Seminggu pertama saya menggunakannya masih tidak ada hal yang ganjil, namu setelah minggu ketiga saya menggunakan. Kacamata itu berubah menjadi menyeramkan.
Waktu itu adalah minggu malam. Hari ini saya berencana menonton sebuah film di salah satu bioskop di Balikpapan. Kali ini saya berangkat berdua dengan teman saya dan dengan kacamata itu. Film yang kami tonton,,, mmmmm, apa yaa. Lupa judulnya, pokoknya film horor. Film yang bedurasi sekitar satu setengah jam ini lumayan membuat kami berdua serta penonton lain menjadi terbawa suasana ke dalam film tersebut. Adegan-adegan yang dihadirkanpun sangat sadis. Banyak darah dan tubuh yang terpotong-potong. Di film ini di ceritakan tentang sesosok roh yang ingin membalas dendam kepada pelaku yang telah membunuhnya. Pokoknya ceritanya serem, apalagi hantunya cewek. Mukanya hancur dan memiliki rambut yang panjang. Mungkin jika anak dibawah 5 tahun nonton, udah ditinggal tidur di bioskop itu atau minta pulang sama emaknya. Tapi berbeda dengan saya, walau takut, gengsi juga kalau nutup-nutup mata kaya penonton lainnya, terlebih penonton-penonton cewek yang diikuti dengan jeritan jika terjadi adegan-adegan sadis yang dilakukan oleh si tokoh hantu tersebut.
Setelah selesai nonton film tadi, ternyata temen saya tadi tidak langsung pulang ke mes. Jadilah saya pulang sendiri ke mes saya. Waktu itu waktu menunjukan pukul 10 malam. Jalan menuju mes saya dari jalan raya sekitar 100 meter melewati jalanan yang gelap. Sambil berjalan menuju mes, fikiran saya masih teringat oleh film yang ditonton tadi. Lama kelamaan saya berjalan, terdengar suara seperti ada orang berjalan di dekat saya. Saya coba untuk memperhatikan daerah sekitar. Namun tak ada satu pun orang lain yang saya lihat. Hanya tumpukan barang-barang tua dan rumah-rumah tua yang ada disekitar saya. Makin lama saya berjalan, suara tadi masih selalu terdengar. Sambil hati merasa tidak nyaman, saya tetap melanjutkan perjalanan menuju ke mes. Namun, suara itu terus saja terdengar. Di dalam benak sudah tidak karuan lagi. Apakah ini hantu atau penculik. Jam segini mes saya sudah sepi. Namun saya tetap hanya berjalan menuju ke mes. Sampai akhirnya saya melihat salah seorang teman saya yang juga tinggal di mes, barulah perasaan saya menjadi agak lega. Dan setelah sampai, saya melepas kacamata yang tadi saya kenakan. Dan ternyata. Kampret. Suara kacamata ini lah yang tadi saya kira seprti langkah kaki. Kaca yang longgar dari frame-nya tersebut akan bergetar jika ada hentakan dan menghasilkan bunyi seperti langkah kaki. Hahaha
Inilah pengalaman saya mengenai kacamata
Pasti dalam fikiran pembaca : apanya yang menyeramkan, itu mah kamunya yang penakut gara-gara habis nonton film horor :D
Haha, terimakasih yang sudah berkunjung
Salam :)
Waktu itu adalah minggu malam. Hari ini saya berencana menonton sebuah film di salah satu bioskop di Balikpapan. Kali ini saya berangkat berdua dengan teman saya dan dengan kacamata itu. Film yang kami tonton,,, mmmmm, apa yaa. Lupa judulnya, pokoknya film horor. Film yang bedurasi sekitar satu setengah jam ini lumayan membuat kami berdua serta penonton lain menjadi terbawa suasana ke dalam film tersebut. Adegan-adegan yang dihadirkanpun sangat sadis. Banyak darah dan tubuh yang terpotong-potong. Di film ini di ceritakan tentang sesosok roh yang ingin membalas dendam kepada pelaku yang telah membunuhnya. Pokoknya ceritanya serem, apalagi hantunya cewek. Mukanya hancur dan memiliki rambut yang panjang. Mungkin jika anak dibawah 5 tahun nonton, udah ditinggal tidur di bioskop itu atau minta pulang sama emaknya. Tapi berbeda dengan saya, walau takut, gengsi juga kalau nutup-nutup mata kaya penonton lainnya, terlebih penonton-penonton cewek yang diikuti dengan jeritan jika terjadi adegan-adegan sadis yang dilakukan oleh si tokoh hantu tersebut.
Setelah selesai nonton film tadi, ternyata temen saya tadi tidak langsung pulang ke mes. Jadilah saya pulang sendiri ke mes saya. Waktu itu waktu menunjukan pukul 10 malam. Jalan menuju mes saya dari jalan raya sekitar 100 meter melewati jalanan yang gelap. Sambil berjalan menuju mes, fikiran saya masih teringat oleh film yang ditonton tadi. Lama kelamaan saya berjalan, terdengar suara seperti ada orang berjalan di dekat saya. Saya coba untuk memperhatikan daerah sekitar. Namun tak ada satu pun orang lain yang saya lihat. Hanya tumpukan barang-barang tua dan rumah-rumah tua yang ada disekitar saya. Makin lama saya berjalan, suara tadi masih selalu terdengar. Sambil hati merasa tidak nyaman, saya tetap melanjutkan perjalanan menuju ke mes. Namun, suara itu terus saja terdengar. Di dalam benak sudah tidak karuan lagi. Apakah ini hantu atau penculik. Jam segini mes saya sudah sepi. Namun saya tetap hanya berjalan menuju ke mes. Sampai akhirnya saya melihat salah seorang teman saya yang juga tinggal di mes, barulah perasaan saya menjadi agak lega. Dan setelah sampai, saya melepas kacamata yang tadi saya kenakan. Dan ternyata. Kampret. Suara kacamata ini lah yang tadi saya kira seprti langkah kaki. Kaca yang longgar dari frame-nya tersebut akan bergetar jika ada hentakan dan menghasilkan bunyi seperti langkah kaki. Hahaha
Inilah pengalaman saya mengenai kacamata
Pasti dalam fikiran pembaca : apanya yang menyeramkan, itu mah kamunya yang penakut gara-gara habis nonton film horor :D
Haha, terimakasih yang sudah berkunjung
Salam :)
Pilihan Weekend
05.50
Mmmmm. Sambil nntn pengen nulis eh. Oke pemirsa, langsung... Check it out.
Hari ini, sabtu tepatnya weekend,, saya mau nulis tentang kegiatan apa yaa yang pas dilakukan kalo weekend gini. Diantara kita, apalagi yang jomblo, jauh dari rumah, atau gak ada rencana untuk weekend, pasti bingung akan apa yang mau dilakukan di waktu senggang ini ( termasuk saya juga ). Dalam postingan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman sedikit tentang hal apa saja yang bisa dilakukan di waktu weekend. Dari survey saya yang kebetulan beberapa waktu ini tinggal di mes. Rutinitas teman-teman saya yang juga tinggal di sini lumayan beragam. Diantaranya, ada yang memilih tidur untuk beristirahat, ada yang memilih menghabiskan waktu untuk nonton atau ngegame di laptopnya, dan ada juga yang menghabiskan weekend dengan jalan-jalan keluar. Nah, untuk bahasan kali ini, saya ingin membahas tentang bagaimana weekend di rumah/di kost/di mes dengan yang weekend diluar. Menurut saya jawabannya mudah, weekend yang di rumah itu weekend in door dan yang di luar rumah adalah weekend out door. Haha, tentu saja bukan ini bahasan yang mau saya bagi.
1. Weekend di rumah/in door
Untuk kita yang memilih weekend di rumah, tentu saja ini bukan pilihan yang salah. Banyak sekali keuntungan yang kita dapat jika menghabiskan weekend di rumah. Diantaranya, irit, tidak capek, santai, dan tidak merubah warna kulit. :D
Hal-hal yang bisa dilakukan :
- Stay di depan TV atau laptop
Untuk yang memilih weekend di depan TV/laptop, sebaiknya harus menyiap segala sesuatu sebagai pendukung aktivitas ini. Agar pada saat kita melakukannya, kita tetap merasa nyaman. ( seperti cemilan, minuman, pulsa yang cukup, dan paket internet/bb yang masih aktif ).
- Ngegame seharian
Kegiatan ini biasa dilakukan oleh maniak gaming. Dimana mereka biasanya bermain game tanpa menghiraukan apapun. Cara ini memang bisa menghilangkan stress atau beban fikiran sementara. Jadi tidak ada salahnya bagi agan-agan yang mau menghabiskan weekendnya dengan bermain game. Saran game yang bisa dimainkan : Game laptop ( PES, CS, MOHA, Plant vs Zombie dan lain-lain ), Game Handphone ( Hill Climb, Chess, Virtual Tenis meja ).
- Ngechat, Browsing, Ngenet
Dulu orang bilang buku adalah jendela dunia. Tapi kalau sekarang, internet adalah pintunya dunia. Dalam era ini, siapa yang tidak mengenal internet/dunia maya ( bukannya dunia milik maya ). Beragam informasi, beragam data, dan hal-hal yang kita butuhkan bisa kita cari dan dapat di internet. Entah itu dengan menngunakan untuk berbelanja, menjalin pertemanan, atau berburu video dan lagu. Dan yang paling marak digunakan, yaitu banyaknya fitur-fitur jaringan sosial yang disediakan, seperti Facebook, tweeter, Path, GTalk, YM, Camfrog dan masih banyak lagi yang lain. Lewat media ini kita bisa terhubung dengan orang-orang dari berbagai penjuru. Jadi, jika memang hoby nge-chat atau browsing. Ini bisa jadi pilihan untuk anda yang memilih weekend di rumah/in door.
- Tidur/uring-uringan
Dari survey yang saya lakukan, tidak sedikit teman-teman saya yang menghabiskan waktunya di tempat tidur untuk mengistirahatkan diri. Mereka bilang, hanya saat weekend lah mereka bisa mengistirahatkan fikiran dan tubuh mereka dengan cara tidur. Jadi buat agan-agan yang memang aktivitas selama seminggu membuat lelah karena terlalu sibuk. Cara ini memang bagus untuk membuat kita menjadi relax kembali.
2. Weekend di luar rumah/out door
Bagi teman-teman yang memiliki rencana/belum memiliki rencana weekend tapi ingin menghabiskan waktunya di luar rumah. Mungkin di sini ada beberapa pilihan yang bisa agan-agan pilih untuk menghabiskan waktu saat weekend.
- Pergi ke bioskop
Bagi agan-agan yang hoby nonton, pasti sudah banyak yang merencanakan untuk menuju ke tempat yang satu ini. Entah bersama keluarga, teman, pacar, atau gebetan. Bioskop memang pilihan yang tepat untuk refreshing, apalagi film yang kita tonton adalah film yang sedang marak ditonton. Setau saya, banyak muda mudi yang membawa pasangannya atau teman baru kenalnya kebioskop dikarenakan kehabisan tempat yang dituju. Ya pilihan itu memang tidak salah, kerena di bioskop kita bisa berduaan dengan do'i atau teman yang baru dikenal dengan waktu relatif/lumayan lama tergantung durasi film :).
- Karaoke atau ngeband
Untuk pilihan yang satu ini, tentu saja kita harus pintar-pintar booking terlebih dahulu kalau tidak mau ngantri lama. Terlebih jika berada di kota besar. Karaoke atau ngeband adalah pilihan yang baik bagi yang hoby, penikmat atau pemain musik. Karena dengan pergi ke tempat ini, kita bisa sejenak melepaskan fikiran dari dunia luar.
- Futsal
Bagi agan-agan yang hoby berolahraga terlebih untuk sepak bola, maka futsal adalah pilihan yang bisa anda pilih. Karena bisa membuat kita berkeringat dan sehat. Terlebih jika kita membawa pacar atau gebetan sebagai pemotivator kita. Untuk pilihan yang satu ini, tentu saja kita memerlukan rekan dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu minimal 2 team. So, bagi yang hoby futsal, segera buat rencana dan ajak teman sebelum weekend, agar weekend tidak terbuang percuma.
-Pantai
Dari survey saya, pantai juga menjadi salah satu pilihan terbanyak saat weekend. Karena dengan ke pantai, kita bisa memanjakan mata kita dengan pemandangan pantai dan angin laut yang segar, terlebih jika di pagi hari atau sore hari ( bisa juga liat sunset atau sunrise ). Kalau agan hobi berenang tapi gak bisa berenang ( wah, gimana itu ya :D ) bisa sewa ban pelampung. Haha
Itulah tadi sekilas postingan dadakan saya kali ini. Semoga bermanfaat dan tidak membuat jera para pembaca saya. Amin
Salam :)
Hari ini, sabtu tepatnya weekend,, saya mau nulis tentang kegiatan apa yaa yang pas dilakukan kalo weekend gini. Diantara kita, apalagi yang jomblo, jauh dari rumah, atau gak ada rencana untuk weekend, pasti bingung akan apa yang mau dilakukan di waktu senggang ini ( termasuk saya juga ). Dalam postingan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman sedikit tentang hal apa saja yang bisa dilakukan di waktu weekend. Dari survey saya yang kebetulan beberapa waktu ini tinggal di mes. Rutinitas teman-teman saya yang juga tinggal di sini lumayan beragam. Diantaranya, ada yang memilih tidur untuk beristirahat, ada yang memilih menghabiskan waktu untuk nonton atau ngegame di laptopnya, dan ada juga yang menghabiskan weekend dengan jalan-jalan keluar. Nah, untuk bahasan kali ini, saya ingin membahas tentang bagaimana weekend di rumah/di kost/di mes dengan yang weekend diluar. Menurut saya jawabannya mudah, weekend yang di rumah itu weekend in door dan yang di luar rumah adalah weekend out door. Haha, tentu saja bukan ini bahasan yang mau saya bagi.
1. Weekend di rumah/in door
Untuk kita yang memilih weekend di rumah, tentu saja ini bukan pilihan yang salah. Banyak sekali keuntungan yang kita dapat jika menghabiskan weekend di rumah. Diantaranya, irit, tidak capek, santai, dan tidak merubah warna kulit. :D
Hal-hal yang bisa dilakukan :
- Stay di depan TV atau laptop
Untuk yang memilih weekend di depan TV/laptop, sebaiknya harus menyiap segala sesuatu sebagai pendukung aktivitas ini. Agar pada saat kita melakukannya, kita tetap merasa nyaman. ( seperti cemilan, minuman, pulsa yang cukup, dan paket internet/bb yang masih aktif ).
- Ngegame seharian
Kegiatan ini biasa dilakukan oleh maniak gaming. Dimana mereka biasanya bermain game tanpa menghiraukan apapun. Cara ini memang bisa menghilangkan stress atau beban fikiran sementara. Jadi tidak ada salahnya bagi agan-agan yang mau menghabiskan weekendnya dengan bermain game. Saran game yang bisa dimainkan : Game laptop ( PES, CS, MOHA, Plant vs Zombie dan lain-lain ), Game Handphone ( Hill Climb, Chess, Virtual Tenis meja ).
- Ngechat, Browsing, Ngenet
Dulu orang bilang buku adalah jendela dunia. Tapi kalau sekarang, internet adalah pintunya dunia. Dalam era ini, siapa yang tidak mengenal internet/dunia maya ( bukannya dunia milik maya ). Beragam informasi, beragam data, dan hal-hal yang kita butuhkan bisa kita cari dan dapat di internet. Entah itu dengan menngunakan untuk berbelanja, menjalin pertemanan, atau berburu video dan lagu. Dan yang paling marak digunakan, yaitu banyaknya fitur-fitur jaringan sosial yang disediakan, seperti Facebook, tweeter, Path, GTalk, YM, Camfrog dan masih banyak lagi yang lain. Lewat media ini kita bisa terhubung dengan orang-orang dari berbagai penjuru. Jadi, jika memang hoby nge-chat atau browsing. Ini bisa jadi pilihan untuk anda yang memilih weekend di rumah/in door.
- Tidur/uring-uringan
Dari survey yang saya lakukan, tidak sedikit teman-teman saya yang menghabiskan waktunya di tempat tidur untuk mengistirahatkan diri. Mereka bilang, hanya saat weekend lah mereka bisa mengistirahatkan fikiran dan tubuh mereka dengan cara tidur. Jadi buat agan-agan yang memang aktivitas selama seminggu membuat lelah karena terlalu sibuk. Cara ini memang bagus untuk membuat kita menjadi relax kembali.
2. Weekend di luar rumah/out door
Bagi teman-teman yang memiliki rencana/belum memiliki rencana weekend tapi ingin menghabiskan waktunya di luar rumah. Mungkin di sini ada beberapa pilihan yang bisa agan-agan pilih untuk menghabiskan waktu saat weekend.
- Pergi ke bioskop
Bagi agan-agan yang hoby nonton, pasti sudah banyak yang merencanakan untuk menuju ke tempat yang satu ini. Entah bersama keluarga, teman, pacar, atau gebetan. Bioskop memang pilihan yang tepat untuk refreshing, apalagi film yang kita tonton adalah film yang sedang marak ditonton. Setau saya, banyak muda mudi yang membawa pasangannya atau teman baru kenalnya kebioskop dikarenakan kehabisan tempat yang dituju. Ya pilihan itu memang tidak salah, kerena di bioskop kita bisa berduaan dengan do'i atau teman yang baru dikenal dengan waktu relatif/lumayan lama tergantung durasi film :).
- Karaoke atau ngeband
Untuk pilihan yang satu ini, tentu saja kita harus pintar-pintar booking terlebih dahulu kalau tidak mau ngantri lama. Terlebih jika berada di kota besar. Karaoke atau ngeband adalah pilihan yang baik bagi yang hoby, penikmat atau pemain musik. Karena dengan pergi ke tempat ini, kita bisa sejenak melepaskan fikiran dari dunia luar.
- Futsal
Bagi agan-agan yang hoby berolahraga terlebih untuk sepak bola, maka futsal adalah pilihan yang bisa anda pilih. Karena bisa membuat kita berkeringat dan sehat. Terlebih jika kita membawa pacar atau gebetan sebagai pemotivator kita. Untuk pilihan yang satu ini, tentu saja kita memerlukan rekan dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu minimal 2 team. So, bagi yang hoby futsal, segera buat rencana dan ajak teman sebelum weekend, agar weekend tidak terbuang percuma.
-Pantai
Dari survey saya, pantai juga menjadi salah satu pilihan terbanyak saat weekend. Karena dengan ke pantai, kita bisa memanjakan mata kita dengan pemandangan pantai dan angin laut yang segar, terlebih jika di pagi hari atau sore hari ( bisa juga liat sunset atau sunrise ). Kalau agan hobi berenang tapi gak bisa berenang ( wah, gimana itu ya :D ) bisa sewa ban pelampung. Haha
Itulah tadi sekilas postingan dadakan saya kali ini. Semoga bermanfaat dan tidak membuat jera para pembaca saya. Amin
Salam :)
Touring Jogja ( Supir Harlem )
19.27
Tulisan gue kali ini akan membahas tentang pengalaman liburan gue di kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbeda dari liburan-liburan cuti gue sebelumnya. Kali ini gue berencana ingin berlibur untuk sejenak menikmati keindahan kota yang belum pernah gue datangi. Biasalah, liburan-liburan yang lalu selalu gue habiskan di rumah, atau nggak yaah paling mentok, gua jalan-jalan ke Banjarmasin ( sudah biasa mah kalo ke Banjarmasin ). Pada liburan kali ini, gue nggak sendiri. Gue ditemani oleh teman dekat gue, namanya Shofyan ( say hallooo buat Shofyan, haha kayak acara-acara TV aja ). Langsung ke cerita. Pada perjalanan kali ini, kami berdua sepakat untuk menggunakan jasa Tour Guide ( biasa,,, takut waktu terbuang percuma ntar kalo pas di sana, tapi lebih tepatnya "takut nyasar" haha ). Sekitar dua hari sebelum keberangkatan, gue sama temen gue ini searching-searching di kitabnya mbah gugel ( tulisan aslinya google ). Dalam pencarian kami, terpilihlah satu jasa tour guide yang menurut kami pas dengan keinginan kami berdua. Yaitu, nggak mahal, perjalanan ke banyak tempat, dan tempat menginap yang nyaman. Dan setelah kami hubungi dan nego-nego sedikit. Jadilah perjalanan kami yang akan dimulai pada kamis malam nanti ( karena harus ke Banjarmasin dulu ).
Segala persiapan pun kami siapkan selengkap mungkin untuk bekal perjalanan kami ini. Dan jangan lupa pocket camera ( kamera kantong ). Karena tanpa kamera ini, gak ada bukti ntar kalo gue pernah main-main ke Jogja. Ntar dibilang ngibul lagi kalo cerita gak ada bukti ( berlebihan deh kayaknya, haha tp gapapa ). Selain kamera, kacamata yang gue beli online pun kebetulan hari ini datangnya, jadi bisa gue pakai ntar buat di sana. Kan lumayan buat eksis. :p.
Perjalanan kami pun dimulai. Are yoooouuuuuu reaaaaaaaadddeehhhhhh. Haha. Perjalana kami dimulai dengan tujuan pertama ke Kota Banjarmasin dan besok paginya langsung Flight to Jogjakarta. Yessssssss, akhirnya ke jawa juga. Gak malu akhirnya punya nama ada embel-embel jawanya. Maklum, di tanyain orang mulu nama gue, pas di tanya pernah ke jawa. Gak bisa jawab. Halahhh, itu mahh biar lah berlalu. Setelah ini, gue udah bisa jawab pertanyaan mereka. Oh iya, perjalanan kami malam ini, kami tempuh menggunakan bus. Jarak yang kami tempuh lebih kurang 8 jam perjalanan untuk sampai di Banjarmasin. Dan kami harap kami bisa sampai tepat waktu di Bandara. Selama awal perjalanan semua baik-baik saja. Sampai akhirnya waktu menunjukan pukul 2 dini hari. Supir bus yang kami naiki rupanya mengalami fatique alias ngantuk berat. Dari caranya mengoperasikan bus, sangat terlihat kalau dia berusaha menahan kantuknya. Semakin lama, supir bus ini mulai menunjukan perilaku aneh, seperti Harlem shake dance sendirian sambil nyetir. Entah apakah itu cara dia untuk menghibur penumpang yang was-was ini atau cara untuk menjaga agar matanya tetap terjaga ( gue rasa, jawabannya pilihan yang kedua deh yang lebih cocok ). Kepanikan penumpang bus pun tak terhindarkan lagi, masing-masing dari penumpang mulai protes atas ketidak nyamanan ini dan menyuruh operator untuk beristirahat dulu sementara. Sambil istirahat, supir ini menanyakan ke penumpangnya. Bu pak, ada yang ke bandara ?. Tanya si supir. Ada pak !. Jawab kami berdua. Tanpa melanjutkan pertanyaan lagi, si supir tadi pun beristirahat sejenak sambil minum segelas kopi yang dihidangkan oleh penjaga warung yang kami singgahi.
Setelah istirahat dirasa sudah cukup oleh supir tadi, kami pun melanjutkan perjalanan lagi. Dan laju bus pun sudah normal. Namun keadaan ini tidak berlangsung lama, hanya jeda sekitar 25 menit si supir sudah mengalami ngantuk berat lagi. Ini ditandai dengan perilaku si operator yang terus-terusan melanjutkan harlem shake dancenya. Keadaan ini pun lagi-lagi membuat gue dan penumpang lain menjadi was-was. Masing-masing dari kami menanyakan keadaan si supir secara bergantian. Namun, jawaban si supir tetap sama. Yaitu, gak pak bu, santai saja. Sambil sesekali dia menghisap rokok yang sedari tadi dipegangnya, namun hanya sesekali dihisap olehnya. Setelah waktu menunjukan pukul 04.00 Am. Akhirnya laju bus sudah mulai kembali stabil dan si supir sudah tidak melanjutkan lagi dance harlem shakenya sekaligus membuat kami semua mulai merasa tenang. Tamat
Mana cerita tour Jogjanya, ini mah cerita perjalanan bersama supir harlem shake.
Sabar saudara-saudara, cerita ini masih bersambung ke Touring Jogja Part 2. :p . Jadi tenang, hehe
Segala persiapan pun kami siapkan selengkap mungkin untuk bekal perjalanan kami ini. Dan jangan lupa pocket camera ( kamera kantong ). Karena tanpa kamera ini, gak ada bukti ntar kalo gue pernah main-main ke Jogja. Ntar dibilang ngibul lagi kalo cerita gak ada bukti ( berlebihan deh kayaknya, haha tp gapapa ). Selain kamera, kacamata yang gue beli online pun kebetulan hari ini datangnya, jadi bisa gue pakai ntar buat di sana. Kan lumayan buat eksis. :p.
Perjalanan kami pun dimulai. Are yoooouuuuuu reaaaaaaaadddeehhhhhh. Haha. Perjalana kami dimulai dengan tujuan pertama ke Kota Banjarmasin dan besok paginya langsung Flight to Jogjakarta. Yessssssss, akhirnya ke jawa juga. Gak malu akhirnya punya nama ada embel-embel jawanya. Maklum, di tanyain orang mulu nama gue, pas di tanya pernah ke jawa. Gak bisa jawab. Halahhh, itu mahh biar lah berlalu. Setelah ini, gue udah bisa jawab pertanyaan mereka. Oh iya, perjalanan kami malam ini, kami tempuh menggunakan bus. Jarak yang kami tempuh lebih kurang 8 jam perjalanan untuk sampai di Banjarmasin. Dan kami harap kami bisa sampai tepat waktu di Bandara. Selama awal perjalanan semua baik-baik saja. Sampai akhirnya waktu menunjukan pukul 2 dini hari. Supir bus yang kami naiki rupanya mengalami fatique alias ngantuk berat. Dari caranya mengoperasikan bus, sangat terlihat kalau dia berusaha menahan kantuknya. Semakin lama, supir bus ini mulai menunjukan perilaku aneh, seperti Harlem shake dance sendirian sambil nyetir. Entah apakah itu cara dia untuk menghibur penumpang yang was-was ini atau cara untuk menjaga agar matanya tetap terjaga ( gue rasa, jawabannya pilihan yang kedua deh yang lebih cocok ). Kepanikan penumpang bus pun tak terhindarkan lagi, masing-masing dari penumpang mulai protes atas ketidak nyamanan ini dan menyuruh operator untuk beristirahat dulu sementara. Sambil istirahat, supir ini menanyakan ke penumpangnya. Bu pak, ada yang ke bandara ?. Tanya si supir. Ada pak !. Jawab kami berdua. Tanpa melanjutkan pertanyaan lagi, si supir tadi pun beristirahat sejenak sambil minum segelas kopi yang dihidangkan oleh penjaga warung yang kami singgahi.
Setelah istirahat dirasa sudah cukup oleh supir tadi, kami pun melanjutkan perjalanan lagi. Dan laju bus pun sudah normal. Namun keadaan ini tidak berlangsung lama, hanya jeda sekitar 25 menit si supir sudah mengalami ngantuk berat lagi. Ini ditandai dengan perilaku si operator yang terus-terusan melanjutkan harlem shake dancenya. Keadaan ini pun lagi-lagi membuat gue dan penumpang lain menjadi was-was. Masing-masing dari kami menanyakan keadaan si supir secara bergantian. Namun, jawaban si supir tetap sama. Yaitu, gak pak bu, santai saja. Sambil sesekali dia menghisap rokok yang sedari tadi dipegangnya, namun hanya sesekali dihisap olehnya. Setelah waktu menunjukan pukul 04.00 Am. Akhirnya laju bus sudah mulai kembali stabil dan si supir sudah tidak melanjutkan lagi dance harlem shakenya sekaligus membuat kami semua mulai merasa tenang. Tamat
Mana cerita tour Jogjanya, ini mah cerita perjalanan bersama supir harlem shake.
Sabar saudara-saudara, cerita ini masih bersambung ke Touring Jogja Part 2. :p . Jadi tenang, hehe
Touring Jogja Part 2
19.22
Maaf saudara-saudara, sudah membuat ada tidak sabar pada postingan saya sebelumnya. :D . Ok, langsung balik ke cerita.
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di bandara Syamsudin Noor. Setelah pertaruhan antara hidup dan mati bersama si supir harlem tadi malam. Perjalanan gue selanjutnya gue tempuh dengan menggunakan pesawat dari bandara Syamsudin Noor Banjarmasin ke Bandara Adi Soedjipto Jogjakarta yang ditempuh kurang lebih satu setengah jam perjalanan udara.
Akhirnya untuk pertama kalinya, gue pun menginjakan kaki di pulau jawa. Horeeeeeeee. ( halahhh lebay ). Di bandara ini, gue udah disambut oleh mas-mas dari tour guide yang kami pesan. Dengan menampilkan kertas bertuliskan nama kami berdua. Akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan darat via mobil ( sebut nggak ya merk nya, ahh gakk usah aja gih, ntar ngiri lagi ,,,haha ). Tanpa mandi terlebih dahulu, pelayanan selanjutnya yang kami dapat adalah sarapan nasi Gudeg. Yahh Gudeg, makanan khas Jogja ini adalah sajian pertama yang kami dapatkan saat pertama kali menginjakan kaki di Jogjakarta. Rasanya enak dan tak terlupakan, maknyuuuussss. Setelah perut kami terisi, kenyang dan masih belum mandi, perjalanan kami lanjutkan ke Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko. Di Candi Prambanan, gue dan shofyan sedikit banyak merasa kecewa. Karena candi dalan keadaan renovasi, jadi kami harus mengenakan helm ijo yang mereka bagikan sebelum memasuki kawasan candi. Setelah berkeliling candi dan puas foto-foto narsis sama temen gue. Akhirnya muncul ide di fikiran gue untuk foto dengan turis-turis asing yang ada di sana. Kebetulan saat itu, banyak turis-turis yang berkeliaran di sekitar candi. Akhirnya, terpilihlah turis dua bersaudara asal jepang. Sebelum mendatangi bule tersebut, gue udah iming-imingi shofyan untuk ambil gambar gue bersama bule tersebut saat ngobrol. Akhirnya foto bersama bulepun kesampean. Yessss, mission complete.
Setelah ke Candi Prambanan, perjalanan kami lanjutkan ke Candi Ratu Boko. Di sana kami dapatkan pemandangan yang benar-benar memanjakan mata. Karena Candi ini terletak di bukit, view yang terlihatpun jadi luas dan mengagumkan dari bukit ini ( huuuuu, yang belum pernah ke sini,, pengen tuh pengen,, haha ). Foto-foto pun dimulai. Ntah itu foto gaya-gaya sok modeling, ntah itu foto-foto ala gladiator dan masih banyak lagi foto-foto gila lainnya. :D . Setelah lama berkeliling Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko, perjalanan kami lanjutkan ke Taman Sari. Apa itu Taman Sari ?. Ayo follow me terusss bagi yang belum tau tentang Jogja atau yang udah tau juga nggak papa :). Taman Sari, sekilas gue liat cuma terdiri dari beberapa kolam pemandian. Tapi ternyata itu memang kolam pemandian. Halahhh..... Tapi tunggu dulu, ini kolam bukan sembarang kolam ( Terus terus kolam apa doank ? ). Ini kolam adalah tempat dimana selir-selir raja mandi. Konon katanya ( sahhh, bacanya ala Alam yang nyanyi mbah dukun ) sebelum raja mandi, dia ngintipin dulu selir-selirnya mandi. Nahh setelah didapat yang dirasa Raja cocok dan pas, maka selir tadi akan dipanggil dan dijemput untuk mandi bersama raja di kolam pemandian yang cuma mereka berdua yang mandi di sana ( hayooooo, pasti fikirannya kotor semua, emang enak yaa jadi raja,,,, #kok malah menghayal ).
Setelah petualangan di Taman Sari berakhir, perjalanan kami berlanjut ke Kota Gede, yaitu kota pengrajinnya Jogja. Disana kami singgah sejenak berkunjung melihat kerajinan perak yang ada di sana. Wahhhhhhhh, yang terlihat semuanya berkilau boo'. Perhiasan semua ( perhiasan perak tentunya ). Seperti di Prambanan, di sini juga banyak turis-turis asing yang berdatangan. Namanya juga turis bro. Pasti pengen membawa sesuatu yang melambangkan dia pernah kesana ( lah,,, berarti apa bedanya mereka sama kami ). Tapi kalau bicara soal harga, gak cocok sama kantong gue bro.hehe. Tapi bagi mas bro dan mba bro yang pengen cari-cari aksesoris dari bahan perak. Disini adalah tempat yang cocok. Mata anda akan termanjakan oleh kilauan-kilauan perhiasan perak ( haihhh, promo lagi .... )
Akhirnya, setelah perjalanan kami hari ini yang dilakukan sepanjang hari dan tanpa mandi berakhir juga. Tibalah saatnya kami beristirhat di salah satu hotel yang menurut kami berdua keren. Hotel ini terletak di jalan Taman siswa. Dari diskripsi yang gue baca, hotel ini menampilkan satu-satunya pemandangan sawah yang terletak di tengah kota Jogja pada halaman belakangnya. Wihh, keren bro. Acara paket tour guide gue malam ini dilanjutkan dengan makan malam bersama teman gue yaitu Shofyan ( ih, so sweetnya itu naaaa, tapi sayang satu species. :( huuu ).
Setelah tubuh dan pocket camera di charge semalaman, hari ini perjalanan kami akan dilanjutkan ke Keraton. Ya, tempat tinggal Raja ini menjadi salah satu objek wisata di Jogja. Secara, banyak sekali bukti-bukti sejarah kesultanan disini. Mulai dari bangunan-bangunannya, barang-barang antiknya, lukisan-lukisan jaman kerajaan dulu dan masih banyak lagi bukti sejarah yang lain. Pertama kali ke sini, yang gue liat pertama adalah banyaknya bangunan-bangunan tua yang masih sangat dirawat beserta para abdi Keratonnya yang diantaranya sudah berumur tua. Di Keraton, gue banyak menyaksikan kerajinan-kerajinan jaman dulu, banyak juga gue liat miniatur-miniatur jaman kerajaan. Dan yang pali menarik, lagi-lagi gue ketemu turis ( Yessssss, akhirnya ketemu lagi ). Dan kali ini gue pengen foto bareng lagi, kalau dilihat dari wajahnya, kayaknya bule kali ini lebih muda dari gue, namun parasnya cantik ( waw, pas beeuuddddzz ). Dan akhirnya misi kali ini pun juga sukses. Hehe
Oke setelah puas di Keraton, perjalanan dilanjutkan menuju Gembira Loka Zoo. Seperti namanya, tempat ini adalah kebun binatang. Dimana banyak terdapat spesies-spesies binatang di sini. Mulai dari spesies monyet, kuda, kudanil, jerapah, gajah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dari peta yang kami dapatkan, kebun binatang ini lumayan luas. Dimana sebuah danau menjadi pusatnya, dan di tengah-tengah danau ada cafe yang berbentuk kapal. Widih, keren poko'e. Oke langsung aja. Setelah membeli tiket, kami langsung masuk ke kebun binatang. Pemandangan pertama yang gue liat adalah hutan ( katanya danau, tapi kok hutan ). Tunggu dulu mas bro, mba bro. Memang kalau tampak baru masuk yang terlihat adalah hutan, agar kita merasa perjalanan ini seakan-akan sebuah petualangan. Maka itu sejak awal kita dibekali oleh peta untuk memudahkan kita menuju ke tempat yang ingin kita tuju. Setelah menempuh perjalanan sekitar 7 menit, akhirnya danau yang dijanjikan oleh peta pun mulai tampak. Dan langsung saja, tanpa mengulur waktu lagi. Keluarkan pocket kamera dan ciiisssssss. Selanjutnya Perjalanan dilanjutkan menyisiri pinggiran danau, perjalanan ini kami tempuh sekitar 1 jam jalan kaki, wah... Jauh juga ternyata. Tapi walau jauh, pengorbanan kami ini tidak sia-sia bapak. Mata anda akan dimanjakan dengan pemandangan-pemandangan kebun binatang yang indah. Selain banyak binatang, di sini juga banyak wahana-wahana bermain bagi yang mengajak keluarga, pacar atau sekedar teman seperti gue. Mulai dari wahana ATV ( motor roda empat atau All Track Version ), Menunggangi gajah dan unta ( gue sama sofyan sempat coba tuh naik unta dan foto-foto juga. :) ), naik sepeda air, lorong gua dinasaurus, dan yang paling keren, jika anda ingin memacu adrenalin maka naik boat di tengah-tengah danau adalah pilihan yang wajib dicoba. Huhhh seru pokoknya, makanya main ke Jogja. He.
Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan ke Magelang, yaitu menuju ke Candi Borobudur. Perjalanan dari Jogja ke Magelang memakan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan darat. Yah, siapa yang tidak tau dengan Candi Borobudur ini. Candi yang terdiri dari susunan batu-batu dan patung-patung Budha. Setelah sampai di Borobudur, busyetttt,,,, jauh juga jarak dari luar menuju candinya, ditambah lagi cuaca terik di jam 1 siang ini. Wawwww item-item pokoknya. Untung gue pake lengan panjang dan bawa kacamata hitam. Jadi kan tetap keren dan semangat. Hahaha. Ok let's go. Borobudur, i'm coming ( mulai lagi lebaynya ). Ternyata untuk melihat Borobudur lebih rinci, kita harus menaikinya ( tinggi eh bro ). Tapi semangat sudah membara-bara dari tadi. Dan kami berdua pun menaiki puncak Borobudur. Setelah di atas, ternyata banyak juga turis-turis asia yang berpacaran atau mungkin honey moon di sini. Jika anda sudah berada di atas Borobudur, maka lihatlah sekitaran candi dari atas. Wahhhhh, keren bro...hamparan gunung-gunung terlihat jelas di sini. Dan inilah Borobudur, akhirnya gue menyentuhmu T.T. ( lebay lagi ).
Setelah lama muter-muter Jogja dan berkunjung ke objek wisatanya, rasanya masih kurang kalau kita tidak berkunjung ke tempat yang bernama Malioboro. Malioboro adalah syurganya para pedagang. Mungkin kalo gue ukur-ukur lebih dari 1 Km itu tempat orang jualan semua. Waduhhhh, bakal pusing lagi ini cari souvenir. Oke, this time for shopping. Yang gue cari pertama kali adalah pernak-pernik kecil yang melambangkan Jogja, terus gue juga berburu Batik couple buat cewek gue dan ortu gue. Dan kepusinganpun melanda, terlalu banyak pedagang yang menyajikan dagangannya bingung lah gue untuk memilih-milih. Belanja-belanja ini gue habiskan dengan memakan waktu sekitar 2 jam ( wihh, lama juga ). Setelah puas berbelanja, akhirnya perjalan kami selesai. Dan waktunya untuk balik ke hotel lagi dan beristirahat. Hufttt, cape juga mas bro, perjalanan hari ini.
Akhirnya, besok sore kami harus pulang dan meninggalkan Jogja. Rasanya belum puas kami di sini, tapi yaa mau gimana. Waktu cuti kami hanya 2 minggu, jadi waktu untuk kelurga juga harus diprioritaskan. Jadilah kami pulang pada minggu sore dengan tujuan ke Banjarmasin terlebih dahulu dan berharap tidak bertemu dengan supir harlem yang kemarin lagi. Hehe
Sekian cerita saya hari ini mengenai Touring Jogja. Tetap sering-sering tengok blog saya ya.
Salam :)
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di bandara Syamsudin Noor. Setelah pertaruhan antara hidup dan mati bersama si supir harlem tadi malam. Perjalanan gue selanjutnya gue tempuh dengan menggunakan pesawat dari bandara Syamsudin Noor Banjarmasin ke Bandara Adi Soedjipto Jogjakarta yang ditempuh kurang lebih satu setengah jam perjalanan udara.
Akhirnya untuk pertama kalinya, gue pun menginjakan kaki di pulau jawa. Horeeeeeeee. ( halahhh lebay ). Di bandara ini, gue udah disambut oleh mas-mas dari tour guide yang kami pesan. Dengan menampilkan kertas bertuliskan nama kami berdua. Akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan darat via mobil ( sebut nggak ya merk nya, ahh gakk usah aja gih, ntar ngiri lagi ,,,haha ). Tanpa mandi terlebih dahulu, pelayanan selanjutnya yang kami dapat adalah sarapan nasi Gudeg. Yahh Gudeg, makanan khas Jogja ini adalah sajian pertama yang kami dapatkan saat pertama kali menginjakan kaki di Jogjakarta. Rasanya enak dan tak terlupakan, maknyuuuussss. Setelah perut kami terisi, kenyang dan masih belum mandi, perjalanan kami lanjutkan ke Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko. Di Candi Prambanan, gue dan shofyan sedikit banyak merasa kecewa. Karena candi dalan keadaan renovasi, jadi kami harus mengenakan helm ijo yang mereka bagikan sebelum memasuki kawasan candi. Setelah berkeliling candi dan puas foto-foto narsis sama temen gue. Akhirnya muncul ide di fikiran gue untuk foto dengan turis-turis asing yang ada di sana. Kebetulan saat itu, banyak turis-turis yang berkeliaran di sekitar candi. Akhirnya, terpilihlah turis dua bersaudara asal jepang. Sebelum mendatangi bule tersebut, gue udah iming-imingi shofyan untuk ambil gambar gue bersama bule tersebut saat ngobrol. Akhirnya foto bersama bulepun kesampean. Yessss, mission complete.
Setelah ke Candi Prambanan, perjalanan kami lanjutkan ke Candi Ratu Boko. Di sana kami dapatkan pemandangan yang benar-benar memanjakan mata. Karena Candi ini terletak di bukit, view yang terlihatpun jadi luas dan mengagumkan dari bukit ini ( huuuuu, yang belum pernah ke sini,, pengen tuh pengen,, haha ). Foto-foto pun dimulai. Ntah itu foto gaya-gaya sok modeling, ntah itu foto-foto ala gladiator dan masih banyak lagi foto-foto gila lainnya. :D . Setelah lama berkeliling Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko, perjalanan kami lanjutkan ke Taman Sari. Apa itu Taman Sari ?. Ayo follow me terusss bagi yang belum tau tentang Jogja atau yang udah tau juga nggak papa :). Taman Sari, sekilas gue liat cuma terdiri dari beberapa kolam pemandian. Tapi ternyata itu memang kolam pemandian. Halahhh..... Tapi tunggu dulu, ini kolam bukan sembarang kolam ( Terus terus kolam apa doank ? ). Ini kolam adalah tempat dimana selir-selir raja mandi. Konon katanya ( sahhh, bacanya ala Alam yang nyanyi mbah dukun ) sebelum raja mandi, dia ngintipin dulu selir-selirnya mandi. Nahh setelah didapat yang dirasa Raja cocok dan pas, maka selir tadi akan dipanggil dan dijemput untuk mandi bersama raja di kolam pemandian yang cuma mereka berdua yang mandi di sana ( hayooooo, pasti fikirannya kotor semua, emang enak yaa jadi raja,,,, #kok malah menghayal ).
Setelah petualangan di Taman Sari berakhir, perjalanan kami berlanjut ke Kota Gede, yaitu kota pengrajinnya Jogja. Disana kami singgah sejenak berkunjung melihat kerajinan perak yang ada di sana. Wahhhhhhhh, yang terlihat semuanya berkilau boo'. Perhiasan semua ( perhiasan perak tentunya ). Seperti di Prambanan, di sini juga banyak turis-turis asing yang berdatangan. Namanya juga turis bro. Pasti pengen membawa sesuatu yang melambangkan dia pernah kesana ( lah,,, berarti apa bedanya mereka sama kami ). Tapi kalau bicara soal harga, gak cocok sama kantong gue bro.hehe. Tapi bagi mas bro dan mba bro yang pengen cari-cari aksesoris dari bahan perak. Disini adalah tempat yang cocok. Mata anda akan termanjakan oleh kilauan-kilauan perhiasan perak ( haihhh, promo lagi .... )
Akhirnya, setelah perjalanan kami hari ini yang dilakukan sepanjang hari dan tanpa mandi berakhir juga. Tibalah saatnya kami beristirhat di salah satu hotel yang menurut kami berdua keren. Hotel ini terletak di jalan Taman siswa. Dari diskripsi yang gue baca, hotel ini menampilkan satu-satunya pemandangan sawah yang terletak di tengah kota Jogja pada halaman belakangnya. Wihh, keren bro. Acara paket tour guide gue malam ini dilanjutkan dengan makan malam bersama teman gue yaitu Shofyan ( ih, so sweetnya itu naaaa, tapi sayang satu species. :( huuu ).
Setelah tubuh dan pocket camera di charge semalaman, hari ini perjalanan kami akan dilanjutkan ke Keraton. Ya, tempat tinggal Raja ini menjadi salah satu objek wisata di Jogja. Secara, banyak sekali bukti-bukti sejarah kesultanan disini. Mulai dari bangunan-bangunannya, barang-barang antiknya, lukisan-lukisan jaman kerajaan dulu dan masih banyak lagi bukti sejarah yang lain. Pertama kali ke sini, yang gue liat pertama adalah banyaknya bangunan-bangunan tua yang masih sangat dirawat beserta para abdi Keratonnya yang diantaranya sudah berumur tua. Di Keraton, gue banyak menyaksikan kerajinan-kerajinan jaman dulu, banyak juga gue liat miniatur-miniatur jaman kerajaan. Dan yang pali menarik, lagi-lagi gue ketemu turis ( Yessssss, akhirnya ketemu lagi ). Dan kali ini gue pengen foto bareng lagi, kalau dilihat dari wajahnya, kayaknya bule kali ini lebih muda dari gue, namun parasnya cantik ( waw, pas beeuuddddzz ). Dan akhirnya misi kali ini pun juga sukses. Hehe
Oke setelah puas di Keraton, perjalanan dilanjutkan menuju Gembira Loka Zoo. Seperti namanya, tempat ini adalah kebun binatang. Dimana banyak terdapat spesies-spesies binatang di sini. Mulai dari spesies monyet, kuda, kudanil, jerapah, gajah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dari peta yang kami dapatkan, kebun binatang ini lumayan luas. Dimana sebuah danau menjadi pusatnya, dan di tengah-tengah danau ada cafe yang berbentuk kapal. Widih, keren poko'e. Oke langsung aja. Setelah membeli tiket, kami langsung masuk ke kebun binatang. Pemandangan pertama yang gue liat adalah hutan ( katanya danau, tapi kok hutan ). Tunggu dulu mas bro, mba bro. Memang kalau tampak baru masuk yang terlihat adalah hutan, agar kita merasa perjalanan ini seakan-akan sebuah petualangan. Maka itu sejak awal kita dibekali oleh peta untuk memudahkan kita menuju ke tempat yang ingin kita tuju. Setelah menempuh perjalanan sekitar 7 menit, akhirnya danau yang dijanjikan oleh peta pun mulai tampak. Dan langsung saja, tanpa mengulur waktu lagi. Keluarkan pocket kamera dan ciiisssssss. Selanjutnya Perjalanan dilanjutkan menyisiri pinggiran danau, perjalanan ini kami tempuh sekitar 1 jam jalan kaki, wah... Jauh juga ternyata. Tapi walau jauh, pengorbanan kami ini tidak sia-sia bapak. Mata anda akan dimanjakan dengan pemandangan-pemandangan kebun binatang yang indah. Selain banyak binatang, di sini juga banyak wahana-wahana bermain bagi yang mengajak keluarga, pacar atau sekedar teman seperti gue. Mulai dari wahana ATV ( motor roda empat atau All Track Version ), Menunggangi gajah dan unta ( gue sama sofyan sempat coba tuh naik unta dan foto-foto juga. :) ), naik sepeda air, lorong gua dinasaurus, dan yang paling keren, jika anda ingin memacu adrenalin maka naik boat di tengah-tengah danau adalah pilihan yang wajib dicoba. Huhhh seru pokoknya, makanya main ke Jogja. He.
Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan ke Magelang, yaitu menuju ke Candi Borobudur. Perjalanan dari Jogja ke Magelang memakan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan darat. Yah, siapa yang tidak tau dengan Candi Borobudur ini. Candi yang terdiri dari susunan batu-batu dan patung-patung Budha. Setelah sampai di Borobudur, busyetttt,,,, jauh juga jarak dari luar menuju candinya, ditambah lagi cuaca terik di jam 1 siang ini. Wawwww item-item pokoknya. Untung gue pake lengan panjang dan bawa kacamata hitam. Jadi kan tetap keren dan semangat. Hahaha. Ok let's go. Borobudur, i'm coming ( mulai lagi lebaynya ). Ternyata untuk melihat Borobudur lebih rinci, kita harus menaikinya ( tinggi eh bro ). Tapi semangat sudah membara-bara dari tadi. Dan kami berdua pun menaiki puncak Borobudur. Setelah di atas, ternyata banyak juga turis-turis asia yang berpacaran atau mungkin honey moon di sini. Jika anda sudah berada di atas Borobudur, maka lihatlah sekitaran candi dari atas. Wahhhhh, keren bro...hamparan gunung-gunung terlihat jelas di sini. Dan inilah Borobudur, akhirnya gue menyentuhmu T.T. ( lebay lagi ).
Setelah lama muter-muter Jogja dan berkunjung ke objek wisatanya, rasanya masih kurang kalau kita tidak berkunjung ke tempat yang bernama Malioboro. Malioboro adalah syurganya para pedagang. Mungkin kalo gue ukur-ukur lebih dari 1 Km itu tempat orang jualan semua. Waduhhhh, bakal pusing lagi ini cari souvenir. Oke, this time for shopping. Yang gue cari pertama kali adalah pernak-pernik kecil yang melambangkan Jogja, terus gue juga berburu Batik couple buat cewek gue dan ortu gue. Dan kepusinganpun melanda, terlalu banyak pedagang yang menyajikan dagangannya bingung lah gue untuk memilih-milih. Belanja-belanja ini gue habiskan dengan memakan waktu sekitar 2 jam ( wihh, lama juga ). Setelah puas berbelanja, akhirnya perjalan kami selesai. Dan waktunya untuk balik ke hotel lagi dan beristirahat. Hufttt, cape juga mas bro, perjalanan hari ini.
Akhirnya, besok sore kami harus pulang dan meninggalkan Jogja. Rasanya belum puas kami di sini, tapi yaa mau gimana. Waktu cuti kami hanya 2 minggu, jadi waktu untuk kelurga juga harus diprioritaskan. Jadilah kami pulang pada minggu sore dengan tujuan ke Banjarmasin terlebih dahulu dan berharap tidak bertemu dengan supir harlem yang kemarin lagi. Hehe
Sekian cerita saya hari ini mengenai Touring Jogja. Tetap sering-sering tengok blog saya ya.
Salam :)
C.M.A.L
19.10
Pagi ini gue pengen nulis lagi, abis tadi malem nulis sebelum tidur. Perasaan gue jadi ketagihan pengen nulis lagi. Malam-malam sambil tidur sambil bayangin hasil tulisan gue dibaca banyak orang. Alhasil, pagi tadi pun, sambil-sambil mandi, sambil bayang-bayangin lagi ( kena virus ketagihan nulis juga nih jadinya,haha ). Pagi ini yang pengen gue tulis adalah, hal yang belum pernah gue tulis sebelumnya. Karena tulisan ini belum ada gue bikin konsepnya sama sekali seperti postingan gue yang tadi malam. Yang hanya dapet inspirasi dan langsung gue tulis di blog gue yang umurnya masih seumur cambah ini. :D
Langsung aja, pengalaman ini gue rasakan ketika gue duduk dibangku kelas IX. Dimana, gue yang di postingan gue sebelumnya adalah anak band, sekarang mengalami yang namanya CMAL ( Cinta Monyet Abg Labil ). Yaahhhhhh, tiap-tiap diantara kita pasti pernah mengalami yang namanya jatuh cinta di masa kecil, yang orang bilang cinta monyet. Walaupun yang pacaran anak manusia. :D. Cerita ini bermula ketika gue udah memiliki alat komunikasi yang super duper canggih, yaitu Handphone. Gue sih bilangnya Hp. Hp ini adalah barang turun temurun dari kakak gue. Karena dia udah punya pengganti yang baru yang lebih berwarna #full collor. Jadilah hp ini jatuh ketangan gue. Karena menurut silsilah keluarga gue. Gue lah yang berhak memegang alat super canggih ini. Haha. Betapa senangnya waktu itu. Oke, kembali ke yang ingin gue ceritain. Semenjak punya hp, gue jadi gak pernah lepas sama barang itu. Tapi yang gue bingung, siapa yang mau gue hubungin. Kontak yang gue punya baru nama gue sendiri. Jiahhhhhh.
Besoknya disekolah, misi gue adalah berburu kontak sebanyak mungkin. Maklum hp baru, hahaha. Dan sepulang sekolah, dengan pulsa yang sesuai untuk anak abg labil yaitu pulsa goceng. Cukuplah untuk mengirim 50 pesan. Waktu itu tarif sms masih Rp 99,-/ sms nya. Jadi hari ini adalah ajang smsan pertama gue dengan hp ini. Setelah mengirim sms kesemua kontak gue, yang cuma berisi kata "Hai" yang gue anggap sekarang itu adalah hal yang memalukan. Hedehhh. Namanya juga abg labil.haha
Setelah lama smsan, ada satu orang teman gue yang balas sms gue, yang ternyata adiknya lah yang memegang hp tersebut. Lama-kelamaan, kami berdua jadi nyambung dan seru smsan. Oh iya, namanya belum gue sebutin ya. Tapi Biar gak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, namanya gue samarin aja ya :D. Jadi setelah asik smsan sama Ana ( yang tadi gue bahas ) gue jadi sering smsan sama dia.
Setelah sekitar 3 hari gue smsan sama Ana yang duduk di kela VII, akhirnya dia nembak gue ( waduh, ceweknya yang nembak gue, helooooo. ). Gue sih gak kefikiran kalo akhirnya gue bisa pacaran sama dia. Tapi yaa gue senang-senang aja sih, secara Ana adalah pelabuhan pertama gue untuk menyandarkan hati ini ( ce'ileeee, haha ). Dalam masa-masa awal gue pacaran, yaa cuman di sms aja. Kalo ketemu sama-sama malu kucing, haha. Setelah sekitar 5 hari pacaran, gue pun sama Ana jadi lumayan semakin dekat. Hampir tiap pulang sekolah, dia selalu kerumah gue ( lagi-lagi ceweknya, :D maklum, gue dulunya pemalu banget ). Minggu pertama pacaran sih asyik-asyik aja, tapi setelah masuk minggu kedua, naluri anak-anak gue kembali protes. Karena asyiknya dalam seminggu kemarin gue habisin pacaran sama Ana. Gue jadi kehilangan waktu bermain sama teman-teman gue. Ya biasalah anak SMP, masih suka main-main sama temennya. Ditambah lagi gue anak band ( pamer lagi, :p ) waktu gue buat latihan jadi gak konsent selama pacaran. Dan akhirnya setelah dua minggu pacaran pun. Gue akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan gue. Tentu saja Ana gak terima dengan keputusan gue. Dia selalu ingin minta penjelasan akan keputusan gue ini. Tapi gue selalu menghindar dari Ana. Karena di umur gue yang waktu itu. Gue gak punya kata-kata apa yang bisa gue jelasin ke Ana kenapa gue mutusin dia. Akhirnya, setelah putus dengan Ana, gue jadi kembali merasakan naluri anak-anak seumuran gue waktu itu. Dan gue juga merasa keputusan gue ini gak salah. Karena masa-masa kecil ini hanya sekali, gue gak mau kalau masa-masa ini dipakai untuk urusan yang nantinya juga akan gue jalani kedepannya. Dan inilah sekilas cerita gue di pagi ini. Makasih yang sudah mampir-mampir dan baca postingan gue. Tetap tunggu cerita saya ya :)
Salam
Langsung aja, pengalaman ini gue rasakan ketika gue duduk dibangku kelas IX. Dimana, gue yang di postingan gue sebelumnya adalah anak band, sekarang mengalami yang namanya CMAL ( Cinta Monyet Abg Labil ). Yaahhhhhh, tiap-tiap diantara kita pasti pernah mengalami yang namanya jatuh cinta di masa kecil, yang orang bilang cinta monyet. Walaupun yang pacaran anak manusia. :D. Cerita ini bermula ketika gue udah memiliki alat komunikasi yang super duper canggih, yaitu Handphone. Gue sih bilangnya Hp. Hp ini adalah barang turun temurun dari kakak gue. Karena dia udah punya pengganti yang baru yang lebih berwarna #full collor. Jadilah hp ini jatuh ketangan gue. Karena menurut silsilah keluarga gue. Gue lah yang berhak memegang alat super canggih ini. Haha. Betapa senangnya waktu itu. Oke, kembali ke yang ingin gue ceritain. Semenjak punya hp, gue jadi gak pernah lepas sama barang itu. Tapi yang gue bingung, siapa yang mau gue hubungin. Kontak yang gue punya baru nama gue sendiri. Jiahhhhhh.
Besoknya disekolah, misi gue adalah berburu kontak sebanyak mungkin. Maklum hp baru, hahaha. Dan sepulang sekolah, dengan pulsa yang sesuai untuk anak abg labil yaitu pulsa goceng. Cukuplah untuk mengirim 50 pesan. Waktu itu tarif sms masih Rp 99,-/ sms nya. Jadi hari ini adalah ajang smsan pertama gue dengan hp ini. Setelah mengirim sms kesemua kontak gue, yang cuma berisi kata "Hai" yang gue anggap sekarang itu adalah hal yang memalukan. Hedehhh. Namanya juga abg labil.haha
Setelah lama smsan, ada satu orang teman gue yang balas sms gue, yang ternyata adiknya lah yang memegang hp tersebut. Lama-kelamaan, kami berdua jadi nyambung dan seru smsan. Oh iya, namanya belum gue sebutin ya. Tapi Biar gak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, namanya gue samarin aja ya :D. Jadi setelah asik smsan sama Ana ( yang tadi gue bahas ) gue jadi sering smsan sama dia.
Setelah sekitar 3 hari gue smsan sama Ana yang duduk di kela VII, akhirnya dia nembak gue ( waduh, ceweknya yang nembak gue, helooooo. ). Gue sih gak kefikiran kalo akhirnya gue bisa pacaran sama dia. Tapi yaa gue senang-senang aja sih, secara Ana adalah pelabuhan pertama gue untuk menyandarkan hati ini ( ce'ileeee, haha ). Dalam masa-masa awal gue pacaran, yaa cuman di sms aja. Kalo ketemu sama-sama malu kucing, haha. Setelah sekitar 5 hari pacaran, gue pun sama Ana jadi lumayan semakin dekat. Hampir tiap pulang sekolah, dia selalu kerumah gue ( lagi-lagi ceweknya, :D maklum, gue dulunya pemalu banget ). Minggu pertama pacaran sih asyik-asyik aja, tapi setelah masuk minggu kedua, naluri anak-anak gue kembali protes. Karena asyiknya dalam seminggu kemarin gue habisin pacaran sama Ana. Gue jadi kehilangan waktu bermain sama teman-teman gue. Ya biasalah anak SMP, masih suka main-main sama temennya. Ditambah lagi gue anak band ( pamer lagi, :p ) waktu gue buat latihan jadi gak konsent selama pacaran. Dan akhirnya setelah dua minggu pacaran pun. Gue akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan gue. Tentu saja Ana gak terima dengan keputusan gue. Dia selalu ingin minta penjelasan akan keputusan gue ini. Tapi gue selalu menghindar dari Ana. Karena di umur gue yang waktu itu. Gue gak punya kata-kata apa yang bisa gue jelasin ke Ana kenapa gue mutusin dia. Akhirnya, setelah putus dengan Ana, gue jadi kembali merasakan naluri anak-anak seumuran gue waktu itu. Dan gue juga merasa keputusan gue ini gak salah. Karena masa-masa kecil ini hanya sekali, gue gak mau kalau masa-masa ini dipakai untuk urusan yang nantinya juga akan gue jalani kedepannya. Dan inilah sekilas cerita gue di pagi ini. Makasih yang sudah mampir-mampir dan baca postingan gue. Tetap tunggu cerita saya ya :)
Salam
Pengalaman Ngeband Di Masa Kecilku :)
07.05
Musik, pertama kali gue gali diri di bidang musik adalah saat kelas VII. Waktu itu gue diajak sama temen gua buat ikutan gabung sama band mereka. Tapi boro-boro main musik bro, megang alat musik aja belum pernah gimana mau gabung jadi anggota band. Namun dengan semangat anak SMP yang menggebu-gebu, maka jadilah gue ikutan gabung sama band mereka. Pada kesempatan kali ini, gue diberi kesempatan untuk mengisi posisi sebagai penggebuk, alias pemain drum atau drummer. Wih, keren banget kayaknya waktu itu, waktu dipilih sebagai pemain drum. Kayu apapun dipilih, asal sama panjang jadi juga buat stick drum ( dari pada gak ada ). Setiap satu kali dalam seminggu,
gue selalu rutin latihan band di rumah temen gue, sambil mukul-mukul lantai pake stick dari bekas kursi ( belum ada drummer yang pernah pake kan,, haha ). Temen-temen yang lain sih asik, latihannya bisa pake gitar angin ( acoustik ). Lah gue, lantai doang di gebuk-gebuk sedari tadi ( bosen juga lama-lama ). Inilah awal gue jadi anak band, hehe.
Setelah kira-kira satu bulan latihan rutin di rumah tanpa alat yang real atau asli, akhirnya tiba saatnya buat gue dan temen-temen ngeband di studio yang benar-benar studio. Waktu itu, tarif studio masih Rp 20.000, / jam-nya. Walau segitu, jaman SMP susah juga buat cari uang segitu banyak. Namun karena band kami terdiri dari 5 orang. Maka tarifnya pun dibagi menjadi 5. Setelah uang tercukupi, dengan perasaan dan semangat yang sedari tadi sudah membara. Akhirnya masuklah kami ke studio musik yang baru dibuat di dekat rumah. Dengan semangatnya gue duduk di kursi drum dan memukul-mukul apa yang selama ini gue mau pukul ( biarpun sudah rutin latihan sebulan kemarin, tidak ada skill yang gue dan teman-teman miliki ) jadilah uang kami terbuang percuma dalam latihan perdana. Latihan yang cuma ketipak ketipung gak jelas namun penuh makna ( namanya juga abg labil, haha ). Sejak saat itu, latihan mingguan kami jadi resmi berpindah ke studio musik yang asli. Yang artinya, gue harus menyisihkan uang jajan harian gue buat sokongan latihan. Gak papa lah, namanya juga kesenangan.
Ada saat dimana gue gak pernah lupa akan moment itu. Di sela-sela hari sebelum latihan, gue punya inisiatif membuat drum kreasi gue sendiri. Yaitu, berbahankan kaleng dan kayu. Alhasil, setelah drum buatan gue jadi dan gue mainin, gue pun dimarahin sama keluarga gue dirumah karena suara yang gue hasilkan adalah suara yang tidak mereka harapkan alias bising. Gue pun merasa kecewa dengan hal ini, namun semangat gue gak berhenti sampai di sini. Guepun mengalokasikan drum gue ke gunung dekat tempat gue tinggal. Dan jadilah gue mainkan drum gue di tengah hari bolong. Memang gak ada keluarga gue yang marahin gue, tapi lebih parah. Kali ini penduduk kampung yang marahin gue. Kaburpun jadi pilihan utama gue saat itu. Haha, kenangan masa lalu yang tak pernah bisa gue lupakan.
Hari demi hari, dan minggu demi minggu gue lewati bersama band gue. Lama kelamaan, gue jadi semakin mahir dalam memainkan drum. Walaupun baru bisa memukul hi-hat dan snare tanpa memainkan pedal bass drumnya. Itu suatu kemajuan besar buat gue. Saat itu lagu yang kami pelajari adalah lagu Mimpi yang sempurna dari Peterpan band yang sekarang sudah berubah nama menjadi Noah band. Lagu ini menjadi hit populer waktu itu. Dimanapun, kapanpun lagu ini selalu saja muda untuk didengarkan. Di sekolahpun, sekarang gue udah bisa pamer sama teman-teman sekolah gue. Kalo gue bisa main drum. Wihh, perasaan saat itu adalah anak yang paling berbakat di kelas. Sampai-sampai dengan percaya diri yang OD ( Over dongkrak eits, Over Dosis maksudnya ) gue mengajak teman-teman sekelas gue untuk ngeband bersama. Gue gak tau mereka bisa main musik atau nggak, yang penting gue mau pamer dulu kalo gue udah bisa mukul drum. Sesampainya di studio kamipun memulai untuk ngeband. Teman-teman gue dengan percaya dirinya memegang masing-masing alat musiknya. One, two, three... Four.... Jreng, jreng, jreng,,,, dumdum pak dumdum pak,,, smringeng smringeng,.... Ciatttt ciatt ciatt... Entah lagu apa yang dimainkan. Tidak sampai lima menit kami main, pemilik studio pun dengan muka sangarnya mengusir kami semua. kabuuuuuurrrrr. Berkat sombong itulah. Terlahir cerita band kami dikelas kepada teman-teman yang lain. Dan ceritanya sedikit banyak dikarang. He :D
Setelah sekitar 2 bulan semenjak saat itu. Gue dan teman-teman band gue ( bukan band sekolah gue ) mendapat kabar gembira, kalau akan ada parade pestival musik yang akan diselenggarakan sebulan lagi. Kamipun menjadi bersemangat untuk berpartisipasi dalam parade ini. Kamipun jadi semakin giat dalam berlatih. Jadwal latihan yang sebelumnya satu kali seminggupun dirubah menjadi kapan ada duit, langsumg latihan. Akhirnya, semua uang jajanpun dikorbankan untuk latihan. Lagu yang kami pilih adalah "Kau Auraku" dari ada band ( nama bandnya ADA Band, pada tau kan :D ). Band kami semakin lama semakin kompak. Terus dan terus latihan dengan keras, agar penampilan pertama kami ini menjadi penampilan yang memuaskan. Orang tua kamipun sekarang menjadi mendukung kegiatan kami ini. Dengan wujud membayarkan uang pendaftaran yang gak mungkin bisa kami kumpulkan sendiri dalam sebulan. Dengan ini, semangat kami semakin bertambah untuk tampil nanti.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Tak terasa waktu parade semakin dekat. Latihan kami yang selama ini kami jalani masih banyak kekurangan. Di samping band kami adalah band pemula. Masing-masing dari kami hanya belajar otodidak tanpa guru khusus yg mengajarkan kami. Hanya seorang teman yang lebih tua dari kami yang kami sebut manager band yang sediki-sedikit memberi tahu dan mengenalkan cara bermain musik kepada kami. Berkat dialah band kami ini terbentuk. Berkat dia pula lah. Kami jadi tau alat-alat musik yang kami mainkan, dan berkat dialah gue jadi tau apa itu drum. Dia adalah anak SMA. Dimana dia lebih dulu tau mengenai musik dan mau mengenalkan dan menggalinya dari kami. Sekarang dia beralih profesi menjadi seorang guru+seorang DJ ( orang bilang Dije ). Oke, kembali ke cerita. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Malam ini adalah malam dimana kami tampil perdama di depan ribuan penggemar kami ( manggung aja belum pernah, udah punya penggemar, hebat sekali :D ). Ada hal yang sampai sekarang juga tidak bisa gue lupakan. Waktu itu berangkat, ke TKP kami mnggunakan kendaraan yang sangat terkenal dan canggih. Yaitu Truck. ????
Apanya yang canggih, canggih dari Hongkong. Truck mah buat ngangkut Tanah, Batu, Pasir dan teman-temannya. Kok malah ngangkut kami. Yaa gimana lagi. Kendaraan inilah satu-satunya yang kami punya. Waktu itu pengguna sepeda motor masih sedikit. Maklum, inikan cerita tempoe doeloe :p. Lanjut cerita, setelah lama menunggu dan sampai terkantuk-kantuk. Di panggil lah band kami. 5-Ple ( bacanya : Faiv Pel ). Dengan tidak tau malu dan tidak tau apa-apa, kami pun menaiki panggung yang tadi gue bilang. Disaksikan ribuan penggemar kami. Halaaaahh.
Penampilan perdana kami pun dimulai.
Malam kehadiran jiwa
Sambut jiwa baru~.... Dan seterusnya.
Setelah selesai dan dijepret-jepret oleh orang tua temen gue yang saat itu sudah punya camera DSLR terbaru dengan lensa 10 inch ( bohong gue, mana sanggup jaman doeloe beli gituan, haha ). Kami pun puas telah membuat fans-fans kami puas. Dan pengalaman ini pun, menjadi cerita bagi kami berlima di sekolah kami masing-masing. Dan satu hal lagi yang membuat gue berkesan adalah, hasil jepret-jepret saat kami manggung, foto bagian gue hanya topi yang gue pakai yang terlihat. Krenyesss gak tuh rasanya,,,, tottttt tott totttttttttttttttt.
Tapi gak papa lah, yang penting punya pengalaman dan bisa pamer. Haha
Sekian dulu cerita masa kecil gue. Maaf juga tulisannya acak adul. Namanya juga pemula. He
Salam
gue selalu rutin latihan band di rumah temen gue, sambil mukul-mukul lantai pake stick dari bekas kursi ( belum ada drummer yang pernah pake kan,, haha ). Temen-temen yang lain sih asik, latihannya bisa pake gitar angin ( acoustik ). Lah gue, lantai doang di gebuk-gebuk sedari tadi ( bosen juga lama-lama ). Inilah awal gue jadi anak band, hehe.
Setelah kira-kira satu bulan latihan rutin di rumah tanpa alat yang real atau asli, akhirnya tiba saatnya buat gue dan temen-temen ngeband di studio yang benar-benar studio. Waktu itu, tarif studio masih Rp 20.000, / jam-nya. Walau segitu, jaman SMP susah juga buat cari uang segitu banyak. Namun karena band kami terdiri dari 5 orang. Maka tarifnya pun dibagi menjadi 5. Setelah uang tercukupi, dengan perasaan dan semangat yang sedari tadi sudah membara. Akhirnya masuklah kami ke studio musik yang baru dibuat di dekat rumah. Dengan semangatnya gue duduk di kursi drum dan memukul-mukul apa yang selama ini gue mau pukul ( biarpun sudah rutin latihan sebulan kemarin, tidak ada skill yang gue dan teman-teman miliki ) jadilah uang kami terbuang percuma dalam latihan perdana. Latihan yang cuma ketipak ketipung gak jelas namun penuh makna ( namanya juga abg labil, haha ). Sejak saat itu, latihan mingguan kami jadi resmi berpindah ke studio musik yang asli. Yang artinya, gue harus menyisihkan uang jajan harian gue buat sokongan latihan. Gak papa lah, namanya juga kesenangan.
Ada saat dimana gue gak pernah lupa akan moment itu. Di sela-sela hari sebelum latihan, gue punya inisiatif membuat drum kreasi gue sendiri. Yaitu, berbahankan kaleng dan kayu. Alhasil, setelah drum buatan gue jadi dan gue mainin, gue pun dimarahin sama keluarga gue dirumah karena suara yang gue hasilkan adalah suara yang tidak mereka harapkan alias bising. Gue pun merasa kecewa dengan hal ini, namun semangat gue gak berhenti sampai di sini. Guepun mengalokasikan drum gue ke gunung dekat tempat gue tinggal. Dan jadilah gue mainkan drum gue di tengah hari bolong. Memang gak ada keluarga gue yang marahin gue, tapi lebih parah. Kali ini penduduk kampung yang marahin gue. Kaburpun jadi pilihan utama gue saat itu. Haha, kenangan masa lalu yang tak pernah bisa gue lupakan.
Hari demi hari, dan minggu demi minggu gue lewati bersama band gue. Lama kelamaan, gue jadi semakin mahir dalam memainkan drum. Walaupun baru bisa memukul hi-hat dan snare tanpa memainkan pedal bass drumnya. Itu suatu kemajuan besar buat gue. Saat itu lagu yang kami pelajari adalah lagu Mimpi yang sempurna dari Peterpan band yang sekarang sudah berubah nama menjadi Noah band. Lagu ini menjadi hit populer waktu itu. Dimanapun, kapanpun lagu ini selalu saja muda untuk didengarkan. Di sekolahpun, sekarang gue udah bisa pamer sama teman-teman sekolah gue. Kalo gue bisa main drum. Wihh, perasaan saat itu adalah anak yang paling berbakat di kelas. Sampai-sampai dengan percaya diri yang OD ( Over dongkrak eits, Over Dosis maksudnya ) gue mengajak teman-teman sekelas gue untuk ngeband bersama. Gue gak tau mereka bisa main musik atau nggak, yang penting gue mau pamer dulu kalo gue udah bisa mukul drum. Sesampainya di studio kamipun memulai untuk ngeband. Teman-teman gue dengan percaya dirinya memegang masing-masing alat musiknya. One, two, three... Four.... Jreng, jreng, jreng,,,, dumdum pak dumdum pak,,, smringeng smringeng,.... Ciatttt ciatt ciatt... Entah lagu apa yang dimainkan. Tidak sampai lima menit kami main, pemilik studio pun dengan muka sangarnya mengusir kami semua. kabuuuuuurrrrr. Berkat sombong itulah. Terlahir cerita band kami dikelas kepada teman-teman yang lain. Dan ceritanya sedikit banyak dikarang. He :D
Setelah sekitar 2 bulan semenjak saat itu. Gue dan teman-teman band gue ( bukan band sekolah gue ) mendapat kabar gembira, kalau akan ada parade pestival musik yang akan diselenggarakan sebulan lagi. Kamipun menjadi bersemangat untuk berpartisipasi dalam parade ini. Kamipun jadi semakin giat dalam berlatih. Jadwal latihan yang sebelumnya satu kali seminggupun dirubah menjadi kapan ada duit, langsumg latihan. Akhirnya, semua uang jajanpun dikorbankan untuk latihan. Lagu yang kami pilih adalah "Kau Auraku" dari ada band ( nama bandnya ADA Band, pada tau kan :D ). Band kami semakin lama semakin kompak. Terus dan terus latihan dengan keras, agar penampilan pertama kami ini menjadi penampilan yang memuaskan. Orang tua kamipun sekarang menjadi mendukung kegiatan kami ini. Dengan wujud membayarkan uang pendaftaran yang gak mungkin bisa kami kumpulkan sendiri dalam sebulan. Dengan ini, semangat kami semakin bertambah untuk tampil nanti.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Tak terasa waktu parade semakin dekat. Latihan kami yang selama ini kami jalani masih banyak kekurangan. Di samping band kami adalah band pemula. Masing-masing dari kami hanya belajar otodidak tanpa guru khusus yg mengajarkan kami. Hanya seorang teman yang lebih tua dari kami yang kami sebut manager band yang sediki-sedikit memberi tahu dan mengenalkan cara bermain musik kepada kami. Berkat dialah band kami ini terbentuk. Berkat dia pula lah. Kami jadi tau alat-alat musik yang kami mainkan, dan berkat dialah gue jadi tau apa itu drum. Dia adalah anak SMA. Dimana dia lebih dulu tau mengenai musik dan mau mengenalkan dan menggalinya dari kami. Sekarang dia beralih profesi menjadi seorang guru+seorang DJ ( orang bilang Dije ). Oke, kembali ke cerita. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Malam ini adalah malam dimana kami tampil perdama di depan ribuan penggemar kami ( manggung aja belum pernah, udah punya penggemar, hebat sekali :D ). Ada hal yang sampai sekarang juga tidak bisa gue lupakan. Waktu itu berangkat, ke TKP kami mnggunakan kendaraan yang sangat terkenal dan canggih. Yaitu Truck. ????
Apanya yang canggih, canggih dari Hongkong. Truck mah buat ngangkut Tanah, Batu, Pasir dan teman-temannya. Kok malah ngangkut kami. Yaa gimana lagi. Kendaraan inilah satu-satunya yang kami punya. Waktu itu pengguna sepeda motor masih sedikit. Maklum, inikan cerita tempoe doeloe :p. Lanjut cerita, setelah lama menunggu dan sampai terkantuk-kantuk. Di panggil lah band kami. 5-Ple ( bacanya : Faiv Pel ). Dengan tidak tau malu dan tidak tau apa-apa, kami pun menaiki panggung yang tadi gue bilang. Disaksikan ribuan penggemar kami. Halaaaahh.
Penampilan perdana kami pun dimulai.
Malam kehadiran jiwa
Sambut jiwa baru~.... Dan seterusnya.
Setelah selesai dan dijepret-jepret oleh orang tua temen gue yang saat itu sudah punya camera DSLR terbaru dengan lensa 10 inch ( bohong gue, mana sanggup jaman doeloe beli gituan, haha ). Kami pun puas telah membuat fans-fans kami puas. Dan pengalaman ini pun, menjadi cerita bagi kami berlima di sekolah kami masing-masing. Dan satu hal lagi yang membuat gue berkesan adalah, hasil jepret-jepret saat kami manggung, foto bagian gue hanya topi yang gue pakai yang terlihat. Krenyesss gak tuh rasanya,,,, tottttt tott totttttttttttttttt.
Tapi gak papa lah, yang penting punya pengalaman dan bisa pamer. Haha
Sekian dulu cerita masa kecil gue. Maaf juga tulisannya acak adul. Namanya juga pemula. He
Salam