My Diary.
to Share my Life Events

Touring Jogja ( Supir Harlem )

        Tulisan gue kali ini akan membahas tentang pengalaman liburan gue di kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbeda dari liburan-liburan cuti gue sebelumnya. Kali ini gue berencana ingin berlibur untuk sejenak menikmati keindahan kota yang belum pernah gue datangi. Biasalah, liburan-liburan yang lalu selalu gue habiskan di rumah, atau nggak yaah paling mentok, gua jalan-jalan ke Banjarmasin ( sudah biasa mah kalo ke Banjarmasin ). Pada liburan kali ini, gue nggak sendiri. Gue ditemani oleh teman dekat gue, namanya Shofyan ( say hallooo buat Shofyan, haha kayak acara-acara TV aja ). Langsung ke cerita. Pada perjalanan kali ini, kami berdua sepakat untuk menggunakan jasa Tour Guide ( biasa,,, takut waktu terbuang percuma ntar kalo pas di sana, tapi lebih tepatnya "takut nyasar" haha ). Sekitar dua hari sebelum keberangkatan, gue sama temen gue ini searching-searching di kitabnya mbah gugel ( tulisan aslinya google ). Dalam pencarian kami, terpilihlah satu jasa tour guide yang menurut kami pas dengan keinginan kami berdua. Yaitu, nggak mahal, perjalanan ke banyak tempat, dan tempat menginap yang nyaman. Dan setelah kami hubungi dan nego-nego sedikit. Jadilah perjalanan kami yang akan dimulai pada kamis malam nanti ( karena harus ke Banjarmasin dulu ).

        Segala persiapan pun kami siapkan selengkap mungkin untuk bekal perjalanan kami ini. Dan jangan lupa pocket camera ( kamera kantong ). Karena tanpa kamera ini, gak ada bukti ntar kalo gue pernah main-main ke Jogja. Ntar dibilang ngibul lagi kalo cerita gak ada bukti ( berlebihan deh kayaknya, haha tp gapapa ). Selain kamera, kacamata yang gue beli online pun kebetulan hari ini datangnya, jadi bisa gue pakai ntar buat di sana. Kan lumayan buat eksis. :p.

      Perjalanan kami pun dimulai. Are yoooouuuuuu reaaaaaaaadddeehhhhhh. Haha. Perjalana kami dimulai dengan tujuan pertama ke Kota Banjarmasin dan besok paginya langsung Flight to Jogjakarta. Yessssssss, akhirnya ke jawa juga. Gak malu akhirnya punya nama ada embel-embel jawanya. Maklum, di tanyain orang mulu nama gue, pas di tanya pernah ke jawa. Gak bisa jawab. Halahhh, itu mahh biar lah berlalu. Setelah ini, gue udah bisa jawab pertanyaan mereka. Oh iya, perjalanan kami malam ini, kami tempuh menggunakan bus. Jarak yang kami tempuh lebih kurang 8 jam perjalanan untuk sampai di Banjarmasin. Dan kami harap kami bisa sampai tepat waktu di Bandara. Selama awal perjalanan semua baik-baik saja. Sampai akhirnya waktu menunjukan pukul 2 dini hari. Supir bus yang kami naiki rupanya mengalami fatique alias ngantuk berat. Dari caranya mengoperasikan bus, sangat terlihat kalau dia berusaha menahan kantuknya. Semakin lama, supir bus ini mulai menunjukan perilaku aneh, seperti Harlem shake dance sendirian sambil nyetir. Entah apakah itu cara dia untuk menghibur penumpang yang was-was ini atau cara untuk menjaga agar matanya tetap terjaga ( gue rasa, jawabannya pilihan yang kedua deh yang lebih cocok ). Kepanikan penumpang bus pun tak terhindarkan lagi, masing-masing dari penumpang mulai protes atas ketidak nyamanan ini dan menyuruh operator untuk beristirahat dulu sementara. Sambil istirahat, supir ini menanyakan ke penumpangnya. Bu pak, ada yang ke bandara ?. Tanya si supir. Ada pak !. Jawab kami berdua. Tanpa melanjutkan pertanyaan lagi, si supir tadi pun beristirahat sejenak sambil minum segelas kopi yang dihidangkan oleh penjaga warung yang kami singgahi.

       Setelah istirahat dirasa sudah cukup oleh supir tadi, kami pun melanjutkan perjalanan lagi. Dan laju bus pun sudah normal. Namun keadaan ini tidak berlangsung lama, hanya jeda sekitar 25 menit si supir sudah mengalami ngantuk berat lagi. Ini ditandai dengan perilaku si operator yang terus-terusan melanjutkan harlem shake dancenya. Keadaan ini pun lagi-lagi membuat gue dan penumpang lain menjadi was-was. Masing-masing dari kami menanyakan keadaan si supir secara bergantian. Namun, jawaban si supir tetap sama. Yaitu, gak pak bu, santai saja. Sambil sesekali dia menghisap rokok yang sedari tadi dipegangnya, namun hanya sesekali dihisap olehnya. Setelah waktu menunjukan pukul 04.00 Am. Akhirnya laju bus sudah mulai kembali stabil dan si supir sudah tidak melanjutkan lagi dance harlem shakenya sekaligus membuat kami semua mulai merasa tenang. Tamat

Mana cerita tour Jogjanya, ini mah cerita perjalanan bersama supir harlem shake.

Sabar saudara-saudara, cerita ini masih bersambung ke Touring Jogja Part 2. :p . Jadi tenang, hehe
Roby Roby Author

followers